Kata2 Bijak

  • Isi hati seseorang ibrat air sumur yang dalam,,

          Tapi hanya bisa ditimba oleh orang yang punya pengertian.

 

  • Semakin kamu mencintai diri kamu sendiri,,

          semakin menarik pula dirimu untuk dicintai.

          Mencintai diri sendiri bisa membuka pintu ke kehidupan yang baru–

 

  • Jangan menyalahgunakan dan menyia-nyiakan kepercayaan yang ditanamkan orang lain kepadamu ..
  • Dalam persahabatan orang memerlukan kepercayaan,, Sedangkan dalam percintaan yang dibutuhkan adalah pengertian yang mendalam.
  • Jika kamu mampu memberikan yang terbaik,, maka kamu akan mendapatkan yang terbaik pula. Walaupun terkadang ,, yang terbaik tidak selamanya datang pada orang yang kita beri kebaikan.. Tersenyumlah karna hidup ini masih panjang”

 

MET MALAM .. Gud Nite”

hayy guysszzzzz”

duh ssh bgt2 isi username ny” jwbanny bad2 ato too short

dah sgiini aj ntar lnjutin lagi…

Welcome Mei 2014

Baiklah, sebentar lagi akan memasuki bulan Mei 2014 dan baru sempat menulis dear diari di sini. Yah, maklumlah sudah menjadi pegawai kantoran jadi libur buat pergi atau istirahat. Oke, kebanyakan basa basi, mari melanjutkan membahas bulan berikutnya yakni bulan Desember 2013.

Desember 2013

Pada bulan yang lalu, sempat dibahas bahwa gw diterima bekerja dan ternyata berkas skripsi yang harus diurus masih keteter ini itu. Memang beneran gw keterima tetapi status gw sebagai mahasiswa masih dalam tahap upload skripsi, yah, itu tentunya sudah gw terangkan saat diskusi dengan perusahaan. Apakah yakin mau menerima situasi gw yang harus bolang baling kekampus pada hari kerja? Deal!

Habit gw yang enggak ilang-ilang itu kayak gini, sulit untuk fokus sama sesuatu. Tengok kiri kana, enak ya udah kerja, jadi kepingin cepet-cepet kerja. Kucluk-kucluk jadi kelimpungan sendiri sama apa yang gw jalanin, sulit urus urusan kampus sama kantor. Di sisi lain, gw juga kaget di hire secepat ini, diluar perencanaan. Apa mungkin wisuda di jadwalkan hari Minggu, spesial buat gw biar enggak izin kerja (Hahhaaa.. pede bingit banget). Yang gw percaya cuma satu, semua ini sudah di atur sama Allah SWT, Maha Penyayang, sayang banget sama gw.

Yang ditunggu-tunggu, tiba saatnya wisuda, gw telat abis!
Jalanan macet dan akhirnya dr gerbang masuk sampai gedung wisuda, gw jalan kaki. Owoowww

Mulai bersama teman-teman sekalian, satu persatu dipanggil dan fakultas gw menjadi yang terakhir dipanggil. Gw udah merasa lumutan, jamuran nungguin dipanggil. Setelah turun, kucluk-kucluk ke belakang, latihan baca janji wisudawan. Senangnya bisa melihat orang-orang tersayang, duduk di bangku VIP jadi enggak perlu khawatir sama mereka. Setelah itu, segera pulang karena sistaa harus balik kejar kereta ke Yogya.  Jika ditanya sedih? Sedihnya karena enggak bisa makan-makan (perut cetar membahana), tapi bagi gw yang terpenting, bisa berkumpul di hari bahagia itu sudah lebih dari cukup.

Lanjut Senin-nya, back to office, pada kaget bahwa kemaren gw di wisuda, kok muka hari ini polos-polos aja? Tanpa make up gw udah manis, jadi enggak perlu yang tebel-tebel apalagi yang sulit dihapus.

Januari 2014

Yeah! New year! New job! New experience!

Baik, posisi gw sebagai HR Recruitment & Assessment itu banyak banget suka dukanya. Lebih berduka pada saat rekrutmen, hal yang biasa kalau di PHP-in calon yang enggak dateng, dihubungi balik enggak diangkat. Kalau yang baik, suka mengabarkan alasan ketidakhadirannya. Suka enggak enak sama user yang ikut di PHP-in juga, tapi mau bagaimana.

Yang paling gw enggak ngerti ada aja orang udah dijadwalin psikotes, tiba-tiba enggak hadir di psikotesnya. Dihubungin, enggak bisa. Apa tuh orang enggak punya pikiran ya? Otaknya ketinggalan kali!

Enggak sadar bahwa dirinya lagi dikhawatirkan oleh psikolog yang bersangkutan dan gw. Mungkin nyasar atau ada apa-apa dijalan. Ih ini orang yang bikin gw muak semuak-muaknya. Kalau emang enggak mau, bilang aja dari awal! Arrggghhhhhh!

Dari kampus Depok, spesial balik ke kantor cari nomornya untuk dihubungi, enggak itu juga sih, emang ada data yang mau gw ambil sekalian. Dan pada akhirnya ini bocah kasih kabar malamnya.

Gondok bacanya!

Mau marah? Banget bingit!

Tetap tenang? Sulit!

Inget, Profesional!

Padahal dia lebih tua daripada gua, tapi masih sewenang-wenang! semaunya!

Finalis apaan kayak gitu?! Ih amit-amit kelakuannya!

Kucluk-kucluk hari berikutnya, gw kena semprot pulak, suruh ngehubungin lagi. Orangnya aja enggak mau angkat telepon padahal dari hati yang terdalam, gw udah muak sama orangnya. Mudah-mudahan pertama dan jadi yang terakhir, ketemu orang sejenis dia.

Ngajak ribut bener orangnya, enggak bisa menjelaskan kepada yang bersangkutan kalau dia enggak bersedia masuk kesini. Ujung-ujung, gw disuruh follow up lagi.

Bagaimana ya? Kalau orangnya nalar, harusnya dia bilang dia enggak bersedia, jadi enggak perlu terima telpon dari nomor kantor ini kan? Siapa yang percaya kalau gw yang ngomong, secara keputusan ada di calonnya. Ih orang satu ini, menyita waktu, tarik ulur, maju mundur, dan menyusahkan orang lain.

Benci ? Enggak! Hanya enggak suka!

Gw anggep ini ujian, karena Allah SWT  makin sayang sama gw.

image

Note>> kalau seganteng ini yang ngelamar? Ga usah diproses, langsung teken kontrak aja gimanaa? gilaaaak! Dy cuma 3 tahun lebih tua dari gw, sini dong pelipirin hati ini bangggggg!!!

Februari 2014

image

Note>> penampakan kantor!! Pertama kali, gw cengok, ini kantor apa tempat spa? Ucapan selamat datangnya ada Mr. Turtle, imut bingit!!!!

Ada apa ya di bulan ini? Ohhh.. banyak karyawan baru yang masuk, sampai pak security kebingungan, yang mana pelamar dan karyawan. Akhirnya, gw kasih daftar nama karyawan baru sesuai departemen masing-masing tapi tanpa foto, tapi mereka senang banget. Yah, setidaknya bisa membantu perkenalan.

Maret 2014

Mengalir saja pekerjaan ini seperti air. Ada saat yang buat nge-down, saat santai, saat-saat menyenangkan. User jenisnya macam-macam, ada yang nyebelin dan ada juga yang menyenangkan. Yang menyebalkan minoritas, jadi mungkin perlu diperlakukan sedikit spesial dari yang lain. Hanya perlu dinikmati.

Yang suka gw keselin adalah orang yang berasumsi bahwa rekrutmen itu kerjaannya cuma nelponin orang. Gw pernah ditegur, “makanya mba, stand by phone dong!”, mana kenceng lagi. Gw paling anti yang namanya ditegur depan banyak orang. Dalam hati, “liat aja Pak, elo Asesmen, enggak bakal gw bantuin! Huuuhhh”.

Begini ya, Rekrutmen itu kerjanya pertama cari resume, bisa lewat dr media apapun, termasuk dari rekanan.

Lalu, kita mulai jadwal interview, ini agak sulit karena harus cocokin waktu user dan hrd. Kasihan dong, ngeliat calon karyawan bolak balik hanya untuk interview.

Melalui persetujuan user, siapa saja yang bisa diundang, tugas kita hubungi mereka. Ingat, saat menelpon, gunakan bahasa jawaban yang paling sopan, jelas, mudah dimengerti, dengan penuh keramahan, tawarkan pekerjaan atau mungkin menanyakan kabar dan jangan pernah meninggi meski nada suara calon tidak menyenangkan untuk didengar. Gampang, gampang emang, tapi coba deh pratekin sekali aja Pak, biar bapak tahu rasanya. Kita berbicara sama orang tapi harus berpikir kata-kata yang paling sopan, jatuhnya mirip seperti CS.

Selesai sudah, proses selanjutnya menunggu, bertemu dengan keramahan tanpa alasan diri sedang tidak enak badan, bad mood, sedih, gelisah, cemas, dst, harus ramah karena itu mereka menganggap kita sebagai cerminan perusahaan. Proses interview dari awal sampai akhir, diawasi, diamati, bagaimana hasilnya. Jangan sampai calon luntang luntung diluar, gatau kejelasannya.

image

Note>> Nyummy, Berbagi Bersama di Pizza Hut !!!

Masuk proses selanjutnya, psikotes, hubungi kedua belah pihak, konsultan dan calon karyawan mengenai waktu dan tempat. Kirim persyaratan dan sebagainya. Seiring dengan ini, proses interview pemanggilan tetap berlangsung. Hasil, rekrutmen yang menghubungi dan setelah itu ok atau nok ke tahap selanjutnya tes kesehatan. Buat surat pengantarnya, beri kedua belah pihak. Jangan lupa kasih wejangan sebelumn tes kesehatan.

Asumsi Okay lanjut, buat janji dengan Manajer depart.ybs dan Manajer HRD, ini yang sulit, sesuaikan jadwal antar Manajer. Jangan sampai jeda jauh waktu menunggu. Inget, calon terkadang suka berasumsi cerminan perusahaan dari proses perusahaan itu sendiri.

Asumsi kembali Ok, kapan cakon bisa masuk, kapan bisa teken kontrak dan jangan lupa konfirmasi ke depart. bersangkutan mengenai tempat duduk, sarana atau mungkin briefing sebelum dy masuk. Jangan lupa buat rembesan psikotes dan tes kesehatan. Bener-bener dilepas oleh rekrutmen saat dia telah masuk dan dikenalkan oleh semua orang. Setelah itu, menjadi tanggung jawab departemen masing-masing.

Sekian dan terima kasih.

Tapi, pada kenyataannya yang gw alami, karyawan yang baru masuk tetap meminta informasi ke gw-gw lagi karena yang mereka kenal pertama kali adalah gw.

Ini hanya untuk tugas rekrutmen, kalau asesmen juga sama cerita tapi lebih kompleks karena untuk karyawan dan calon karyawan. Selain itu, bayangkan harus berhubungan dengan orang level koor atau diatasnya. Meminta ijin departemen yang bersangkutan. Ini lebih gilaaaak!!

Posted from WordPress for Android

Welcome Mei 2014

Baiklah, sebentar lagi akan memasuki bulan Mei 2014 dan baru sempat menulis dear diari di sini. Yah, maklumlah sudah menjadi pegawai kantoran jadi libur buat pergi atau istirahat. Oke, kebanyakan basa basi, mari melanjutkan membahas bulan berikutnya yakni bulan Desember 2013.

Desember 2013

Pada bulan yang lalu, sempat dibahas bahwa gw diterima bekerja dan ternyata berkas skripsi yang harus diurus masih keteter ini itu. Memang beneran gw keterima tetapi status gw sebagai mahasiswa masih dalam tahap upload skripsi, yah, itu tentunya sudah gw terangkan saat diskusi dengan perusahaan. Apakah yakin mau menerima situasi gw yang harus bolang baling kekampus pada hari kerja? Deal!

Habit gw yang enggak ilang-ilang itu kayak gini, sulit untuk fokus sama sesuatu. Tengok kiri kana, enak ya udah kerja, jadi kepingin cepet-cepet kerja. Kucluk-kucluk jadi kelimpungan sendiri sama apa yang gw jalanin, sulit urus urusan kampus sama kantor. Di sisi lain, gw juga kaget di hire secepat ini, diluar perencanaan. Apa mungkin wisuda di jadwalkan hari Minggu, spesial buat gw biar enggak izin kerja (Hahhaaa.. pede bingit banget). Yang gw percaya cuma satu, semua ini sudah di atur sama Allah SWT, Maha Penyayang, sayang banget sama gw.

Yang ditunggu-tunggu, tiba saatnya wisuda, gw telat abis!
Jalanan macet dan akhirnya dr gerbang masuk sampai gedung wisuda, gw jalan kaki. Owoowww

Mulai bersama teman-teman sekalian, satu persatu dipanggil dan fakultas gw menjadi yang terakhir dipanggil. Gw udah merasa lumutan, jamuran nungguin dipanggil. Setelah turun, kucluk-kucluk ke belakang, latihan baca janji wisudawan. Senangnya bisa melihat orang-orang tersayang, duduk di bangku VIP jadi enggak perlu khawatir sama mereka. Setelah itu, segera pulang karena sistaa harus balik kejar kereta ke Yogya.  Jika ditanya sedih? Sedihnya karena enggak bisa makan-makan (perut cetar membahana), tapi bagi gw yang terpenting, bisa berkumpul di hari bahagia itu sudah lebih dari cukup.

Lanjut Senin-nya, back to office, pada kaget bahwa kemaren gw di wisuda, kok muka hari ini polos-polos aja? Tanpa make up gw udah manis, jadi enggak perlu yang tebel-tebel apalagi yang sulit dihapus.

Januari 2014

Yeah! New year! New job! New experience!

Baik, posisi gw sebagai HR Recruitment & Assessment itu banyak banget suka dukanya. Lebih berduka pada saat rekrutmen, hal yang biasa kalau di PHP-in calon yang enggak dateng, dihubungi balik enggak diangkat. Kalau yang baik, suka mengabarkan alasan ketidakhadirannya. Suka enggak enak sama user yang ikut di PHP-in juga, tapi mau bagaimana.

Yang paling gw enggak ngerti ada aja orang udah dijadwalin psikotes, tiba-tiba enggak hadir di psikotesnya. Dihubungin, enggak bisa. Apa tuh orang enggak punya pikiran ya? Otaknya ketinggalan kali!

Enggak sadar bahwa dirinya lagi dikhawatirkan oleh psikolog yang bersangkutan dan gw. Mungkin nyasar atau ada apa-apa dijalan. Ih ini orang yang bikin gw muak semuak-muaknya. Kalau emang enggak mau, bilang aja dari awal! Arrggghhhhhh!

Dari kampus Depok, spesial balik ke kantor cari nomornya untuk dihubungi, enggak itu juga sih, emang ada data yang mau gw ambil sekalian. Dan pada akhirnya ini bocah kasih kabar malamnya.

Gondok bacanya!

Mau marah? Banget bingit!

Tetap tenang? Sulit!

Inget, Profesional!

Padahal dia lebih tua daripada gua, tapi masih sewenang-wenang! semaunya!

Finalis apaan kayak gitu?! Ih amit-amit kelakuannya!

Kucluk-kucluk hari berikutnya, gw kena semprot pulak, suruh ngehubungin lagi. Orangnya aja enggak mau angkat telepon padahal dari hati yang terdalam, gw udah muak sama orangnya. Mudah-mudahan pertama dan jadi yang terakhir, ketemu orang sejenis dia.

Ngajak ribut bener orangnya, enggak bisa menjelaskan kepada yang bersangkutan kalau dia enggak bersedia masuk kesini. Ujung-ujung, gw disuruh follow up lagi.

Bagaimana ya? Kalau orangnya nalar, harusnya dia bilang dia enggak bersedia, jadi enggak perlu terima telpon dari nomor kantor ini kan? Siapa yang percaya kalau gw yang ngomong, secara keputusan ada di calonnya. Ih orang satu ini, menyita waktu, tarik ulur, maju mundur, dan menyusahkan orang lain.

Benci ? Enggak! Hanya enggak suka!

Gw anggep ini ujian, karena Allah SWT  makin sayang sama gw.

image

Note>> kalau seganteng ini yang ngelamar? Ga usah diproses, langsung teken kontrak aja gimanaa? gilaaaak! Dy cuma 3 tahun lebih tua dari gw, sini dong pelipirin hati ini bangggggg!!!

Februari 2014

image

Note>> penampakan kantor!! Pertama kali, gw cengok, ini kantor apa tempat spa? Ucapan selamat datangnya ada Mr. Turtle, imut bingit!!!!

Ada apa ya di bulan ini? Ohhh.. banyak karyawan baru yang masuk, sampai pak security kebingungan, yang mana pelamar dan karyawan. Akhirnya, gw kasih daftar nama karyawan baru sesuai departemen masing-masing tapi tanpa foto, tapi mereka senang banget. Yah, setidaknya bisa membantu perkenalan.

Maret 2014

Mengalir saja pekerjaan ini seperti air. Ada saat yang buat nge-down, saat santai, saat-saat menyenangkan. User jenisnya macam-macam, ada yang nyebelin dan ada juga yang menyenangkan. Yang menyebalkan minoritas, jadi mungkin perlu diperlakukan sedikit spesial dari yang lain. Hanya perlu dinikmati.

Yang suka gw keselin adalah orang yang berasumsi bahwa rekrutmen itu kerjaannya cuma nelponin orang. Gw pernah ditegur, “makanya mba, stand by phone dong!”, mana kenceng lagi. Gw paling anti yang namanya ditegur depan banyak orang. Dalam hati, “liat aja Pak, elo Asesmen, enggak bakal gw bantuin! Huuuhhh”.

Begini ya, Rekrutmen itu kerjanya pertama cari resume, bisa lewat dr media apapun, termasuk dari rekanan.

Lalu, kita mulai jadwal interview, ini agak sulit karena harus cocokin waktu user dan hrd. Kasihan dong, ngeliat calon karyawan bolak balik hanya untuk interview.

Melalui persetujuan user, siapa saja yang bisa diundang, tugas kita hubungi mereka. Ingat, saat menelpon, gunakan bahasa jawaban yang paling sopan, jelas, mudah dimengerti, dengan penuh keramahan, tawarkan pekerjaan atau mungkin menanyakan kabar dan jangan pernah meninggi meski nada suara calon tidak menyenangkan untuk didengar. Gampang, gampang emang, tapi coba deh pratekin sekali aja Pak, biar bapak tahu rasanya. Kita berbicara sama orang tapi harus berpikir kata-kata yang paling sopan, jatuhnya mirip seperti CS.

Selesai sudah, proses selanjutnya menunggu, bertemu dengan keramahan tanpa alasan diri sedang tidak enak badan, bad mood, sedih, gelisah, cemas, dst, harus ramah karena itu mereka menganggap kita sebagai cerminan perusahaan. Proses interview dari awal sampai akhir, diawasi, diamati, bagaimana hasilnya. Jangan sampai calon luntang luntung diluar, gatau kejelasannya.

image

Note>> Nyummy, Berbagi Bersama di Pizza Hut !!!

Masuk proses selanjutnya, psikotes, hubungi kedua belah pihak, konsultan dan calon karyawan mengenai waktu dan tempat. Kirim persyaratan dan sebagainya. Seiring dengan ini, proses interview pemanggilan tetap berlangsung. Hasil, rekrutmen yang menghubungi dan setelah itu ok atau nok ke tahap selanjutnya tes kesehatan. Buat surat pengantarnya, beri kedua belah pihak. Jangan lupa kasih wejangan sebelumn tes kesehatan.

Asumsi Okay lanjut, buat janji dengan Manajer depart.ybs dan Manajer HRD, ini yang sulit, sesuaikan jadwal antar Manajer. Jangan sampai jeda jauh waktu menunggu. Inget, calon terkadang suka berasumsi cerminan perusahaan dari proses perusahaan itu sendiri.

Asumsi kembali Ok, kapan cakon bisa masuk, kapan bisa teken kontrak dan jangan lupa konfirmasi ke depart. bersangkutan mengenai tempat duduk, sarana atau mungkin briefing sebelum dy masuk. Jangan lupa buat rembesan psikotes dan tes kesehatan. Bener-bener dilepas oleh rekrutmen saat dia telah masuk dan dikenalkan oleh semua orang. Setelah itu, menjadi tanggung jawab departemen masing-masing.

Sekian dan terima kasih.

Tapi, pada kenyataannya yang gw alami, karyawan yang baru masuk tetap meminta informasi ke gw-gw lagi karena yang mereka kenal pertama kali adalah gw.

Ini hanya untuk tugas rekrutmen, kalau asesmen juga sama cerita tapi lebih kompleks karena untuk karyawan dan calon karyawan. Selain itu, bayangkan harus berhubungan dengan orang level koor atau diatasnya. Meminta ijin departemen yang bersangkutan. Ini lebih gilaaaak!!

Posted from WordPress for Android

Welcome Mei 2014

Baiklah, sebentar lagi akan memasuki bulan Mei 2014 dan baru sempat menulis dear diari di sini. Yah, maklumlah sudah menjadi pegawai kantoran jadi libur buat pergi atau istirahat. Oke, kebanyakan basa basi, mari melanjutkan membahas bulan berikutnya yakni bulan Desember 2013.

Desember 2013

Pada bulan yang lalu, sempat dibahas bahwa gw diterima bekerja dan ternyata berkas skripsi yang harus diurus masih keteter ini itu. Memang beneran gw keterima tetapi status gw sebagai mahasiswa masih dalam tahap upload skripsi, yah, itu tentunya sudah gw terangkan saat diskusi dengan perusahaan. Apakah yakin mau menerima situasi gw yang harus bolang baling kekampus pada hari kerja? Deal!

Habit gw yang enggak ilang-ilang itu kayak gini, sulit untuk fokus sama sesuatu. Tengok kiri kana, enak ya udah kerja, jadi kepingin cepet-cepet kerja. Kucluk-kucluk jadi kelimpungan sendiri sama apa yang gw jalanin, sulit urus urusan kampus sama kantor. Di sisi lain, gw juga kaget di hire secepat ini, diluar perencanaan. Apa mungkin wisuda di jadwalkan hari Minggu, spesial buat gw biar enggak izin kerja (Hahhaaa.. pede bingit banget). Yang gw percaya cuma satu, semua ini sudah di atur sama Allah SWT, Maha Penyayang, sayang banget sama gw.

Yang ditunggu-tunggu, tiba saatnya wisuda, gw telat abis!
Jalanan macet dan akhirnya dr gerbang masuk sampai gedung wisuda, gw jalan kaki. Owoowww

Mulai bersama teman-teman sekalian, satu persatu dipanggil dan fakultas gw menjadi yang terakhir dipanggil. Gw udah merasa lumutan, jamuran nungguin dipanggil. Setelah turun, kucluk-kucluk ke belakang, latihan baca janji wisudawan. Senangnya bisa melihat orang-orang tersayang, duduk di bangku VIP jadi enggak perlu khawatir sama mereka. Setelah itu, segera pulang karena sistaa harus balik kejar kereta ke Yogya.  Jika ditanya sedih? Sedihnya karena enggak bisa makan-makan (perut cetar membahana), tapi bagi gw yang terpenting, bisa berkumpul di hari bahagia itu sudah lebih dari cukup.

Lanjut Senin-nya, back to office, pada kaget bahwa kemaren gw di wisuda, kok muka hari ini polos-polos aja? Tanpa make up gw udah manis, jadi enggak perlu yang tebel-tebel apalagi yang sulit dihapus.

Januari 2014

Yeah! New year! New job! New experience!

Baik, posisi gw sebagai HR Recruitment & Assessment itu banyak banget suka dukanya. Lebih berduka pada saat rekrutmen, hal yang biasa kalau di PHP-in calon yang enggak dateng, dihubungi balik enggak diangkat. Kalau yang baik, suka mengabarkan alasan ketidakhadirannya. Suka enggak enak sama user yang ikut di PHP-in juga, tapi mau bagaimana.

Yang paling gw enggak ngerti ada aja orang udah dijadwalin psikotes, tiba-tiba enggak hadir di psikotesnya. Dihubungin, enggak bisa. Apa tuh orang enggak punya pikiran ya? Otaknya ketinggalan kali!

Enggak sadar bahwa dirinya lagi dikhawatirkan oleh psikolog yang bersangkutan dan gw. Mungkin nyasar atau ada apa-apa dijalan. Ih ini orang yang bikin gw muak semuak-muaknya. Kalau emang enggak mau, bilang aja dari awal! Arrggghhhhhh!

Dari kampus Depok, spesial balik ke kantor cari nomornya untuk dihubungi, enggak itu juga sih, emang ada data yang mau gw ambil sekalian. Dan pada akhirnya ini bocah kasih kabar malamnya.

Gondok bacanya!

Mau marah? Banget bingit!

Tetap tenang? Sulit!

Inget, Profesional!

Padahal dia lebih tua daripada gua, tapi masih sewenang-wenang! semaunya!

Finalis apaan kayak gitu?! Ih amit-amit kelakuannya!

Kucluk-kucluk hari berikutnya, gw kena semprot pulak, suruh ngehubungin lagi. Orangnya aja enggak mau angkat telepon padahal dari hati yang terdalam, gw udah muak sama orangnya. Mudah-mudahan pertama dan jadi yang terakhir, ketemu orang sejenis dia.

Ngajak ribut bener orangnya, enggak bisa menjelaskan kepada yang bersangkutan kalau dia enggak bersedia masuk kesini. Ujung-ujung, gw disuruh follow up lagi.

Bagaimana ya? Kalau orangnya nalar, harusnya dia bilang dia enggak bersedia, jadi enggak perlu terima telpon dari nomor kantor ini kan? Siapa yang percaya kalau gw yang ngomong, secara keputusan ada di calonnya. Ih orang satu ini, menyita waktu, tarik ulur, maju mundur, dan menyusahkan orang lain.

Benci ? Enggak! Hanya enggak suka!

Gw anggep ini ujian, karena Allah SWT  makin sayang sama gw.

image

Note>> kalau seganteng ini yang ngelamar? Ga usah diproses, langsung teken kontrak aja gimanaa? gilaaaak! Dy cuma 3 tahun lebih tua dari gw, sini dong pelipirin hati ini bangggggg!!!

Februari 2014

image

Note>> penampakan kantor!! Pertama kali, gw cengok, ini kantor apa tempat spa? Ucapan selamat datangnya ada Mr. Turtle, imut bingit!!!!

Ada apa ya di bulan ini? Ohhh.. banyak karyawan baru yang masuk, sampai pak security kebingungan, yang mana pelamar dan karyawan. Akhirnya, gw kasih daftar nama karyawan baru sesuai departemen masing-masing tapi tanpa foto, tapi mereka senang banget. Yah, setidaknya bisa membantu perkenalan.

Maret 2014

Mengalir saja pekerjaan ini seperti air. Ada saat yang buat nge-down, saat santai, saat-saat menyenangkan. User jenisnya macam-macam, ada yang nyebelin dan ada juga yang menyenangkan. Yang menyebalkan minoritas, jadi mungkin perlu diperlakukan sedikit spesial dari yang lain. Hanya perlu dinikmati.

Yang suka gw keselin adalah orang yang berasumsi bahwa rekrutmen itu kerjaannya cuma nelponin orang. Gw pernah ditegur, “makanya mba, stand by phone dong!”, mana kenceng lagi. Gw paling anti yang namanya ditegur depan banyak orang. Dalam hati, “liat aja Pak, elo Asesmen, enggak bakal gw bantuin! Huuuhhh”.

Begini ya, Rekrutmen itu kerjanya pertama cari resume, bisa lewat dr media apapun, termasuk dari rekanan.

Lalu, kita mulai jadwal interview, ini agak sulit karena harus cocokin waktu user dan hrd. Kasihan dong, ngeliat calon karyawan bolak balik hanya untuk interview.

Melalui persetujuan user, siapa saja yang bisa diundang, tugas kita hubungi mereka. Ingat, saat menelpon, gunakan bahasa jawaban yang paling sopan, jelas, mudah dimengerti, dengan penuh keramahan, tawarkan pekerjaan atau mungkin menanyakan kabar dan jangan pernah meninggi meski nada suara calon tidak menyenangkan untuk didengar. Gampang, gampang emang, tapi coba deh pratekin sekali aja Pak, biar bapak tahu rasanya. Kita berbicara sama orang tapi harus berpikir kata-kata yang paling sopan, jatuhnya mirip seperti CS.

Selesai sudah, proses selanjutnya menunggu, bertemu dengan keramahan tanpa alasan diri sedang tidak enak badan, bad mood, sedih, gelisah, cemas, dst, harus ramah karena itu mereka menganggap kita sebagai cerminan perusahaan. Proses interview dari awal sampai akhir, diawasi, diamati, bagaimana hasilnya. Jangan sampai calon luntang luntung diluar, gatau kejelasannya.

image

Note>> Nyummy, Berbagi Bersama di Pizza Hut !!!

Masuk proses selanjutnya, psikotes, hubungi kedua belah pihak, konsultan dan calon karyawan mengenai waktu dan tempat. Kirim persyaratan dan sebagainya. Seiring dengan ini, proses interview pemanggilan tetap berlangsung. Hasil, rekrutmen yang menghubungi dan setelah itu ok atau nok ke tahap selanjutnya tes kesehatan. Buat surat pengantarnya, beri kedua belah pihak. Jangan lupa kasih wejangan sebelumn tes kesehatan.

Asumsi Okay lanjut, buat janji dengan Manajer depart.ybs dan Manajer HRD, ini yang sulit, sesuaikan jadwal antar Manajer. Jangan sampai jeda jauh waktu menunggu. Inget, calon terkadang suka berasumsi cerminan perusahaan dari proses perusahaan itu sendiri.

Asumsi kembali Ok, kapan cakon bisa masuk, kapan bisa teken kontrak dan jangan lupa konfirmasi ke depart. bersangkutan mengenai tempat duduk, sarana atau mungkin briefing sebelum dy masuk. Jangan lupa buat rembesan psikotes dan tes kesehatan. Bener-bener dilepas oleh rekrutmen saat dia telah masuk dan dikenalkan oleh semua orang. Setelah itu, menjadi tanggung jawab departemen masing-masing.

Sekian dan terima kasih.

Tapi, pada kenyataannya yang gw alami, karyawan yang baru masuk tetap meminta informasi ke gw-gw lagi karena yang mereka kenal pertama kali adalah gw.

Ini hanya untuk tugas rekrutmen, kalau asesmen juga sama cerita tapi lebih kompleks karena untuk karyawan dan calon karyawan. Selain itu, bayangkan harus berhubungan dengan orang level koor atau diatasnya. Meminta ijin departemen yang bersangkutan. Ini lebih gilaaaak!!

Posted from WordPress for Android

Welcome March 2014

Hanya tinggal menghitung hari untuk mengucapkan selamat datang Maret 2014. Cepet bener waktu, rasanya mau ngulangin lagi hari-hari bahagia di 2013, meski hari yg gw anggep istimewa dirusak gitu aja. Hum.. humm.. tapi untuk apa bermuram durja? Ada banyak hal yang manis yang terjadi pada gw.

Back to September 2013

Sedih bercampur dengan kebahagiaan. Sedihnya karena gw berhenti dari magang, dimana suasana kantornya itu enyak banget. Banyak hal yang gw pelajarin dari sana dan banyak hal yang menyenangkan terjadi disana. Enggak percaya juga gw, awet juga disana dari bulan Mei, dimana gw juga harus nyambi disekdos, itu salah gw juga sih. Awalnya iseng ikutan ngelamar dan ternyata malahan gw yang diterima. Matiiik dah.. matiikkk.. gw diomelin sana sini dan harus bertanggung jawab untuk ngejalanin keduanya. Pemasukan besar sih, tapi lelahnya itu coy”

Awalnya gw merasa sendirian, mungkin karena gw enggak kenal siapa-siapa tapi akhirnya yah mulai dapet kenalan sana sini. Bahkan tiap sholat udah ada imam yang tersedia, hahahaa..Di sisi lain, gw banyak dapat hal yang enggak bisa dilukiskan dengan kata-kata (lebay sih dengernya). Dimana gw mensyukuri kehidupan yang gw dapetin selama ini, enggak kekurangan tapi enggak berlebihan juga, cari pekerjaan enggak segampang yang gw pikirin (apalagi cari uwit), lebih menghargai orang-orang, berusaha menampilkan diri serapi dan seramah mungkin karena sebagai seorang rekrutmen yang mana pertama kali bertemu dengan calon karyawan baru itu dianggap sebagai presentasi perusahaan. Banyak orang yang suka generalisasi, jadi sikap, omongan bahkan pakaian yang gw kenakan harus teratur. Simpel sih, tapi sulitnya pada saat bertemu orang-orang yang nyebelin, semaunya, yang anggep bahwa posisinya lebih tinggi. Pokoknya harus tetap dijaga nada omongan dan gesture-nya. Hal seperti itu, minoritas juga, yang paling nyebelin pas ngundang orang interview, enggak ada yang dateng tanpa kabar, dihubungi juga enggak diangkat. Mau marah bingung, sabar aja biar jadi pelajaran suka duka orang rekrutmen.

image

Sedih karena berpisah dengan mereka, huhuhuu.. Itu juga karena keputusan pribadi tapi harus fokus sama sidang September, apa mau dikata relakan saja.

Lanjut kebahagiaan, Jreng Jrengg Jrengg..
Alhamdulillah !!! Akhirnya gw lulus juga dari kampus tersayang. Sebenarnya sih, gw udah kelar Juli tapi berhubung sidangnya diundur terus menerus sama kampus. Yah apa dikata, kecewa berat pas mengetahui diundur 2x, jadi enggak mengharapkan untuk segera sidang. Hom.. homm…
Namanya juga gw, kalau enggak suka yah jalanin aja lagipula juga harus dihadepin juga. Dan, finally, Lulus jugaaaaak ! Yah, meskipun revisiannya banyak tapi cuci mata dulu pokoknya.

Move on to October 2013,

Disini gw baru mulai revisi skripsi dan masih galau nilai gw enggak muncul-muncul. Perjuangan revisi enggak kalah menarik juga namun kalau dipikir-pikir, enggak enak juga, gw kejar revisian sampai kerumah sakit. Yeah.. why? (Olaf Olaf Olaf) enggak perlu dijawab, privasi juga kaliiik, hihihii

image

Sekadar info, gw masih lanjut di sekdos, Yeah.. why? (Olaf Olaf Olaf) Gw kasih tau kali ini, alesannya karena gw merasa punya keluarga kedua pas gw jaga hari Jum’at. Awal gw jaga, gw merasa hari ini adalah hari yang paling enggak bakalan enak, lama kelamaan, mulailah mereka berceloteh dan celotehannya itu asik. Bukannya hari-hari lain enggak menyenangkan, tapi favorit hari jaga yang gw pilih adalah hari Jum’at.

Note: itu gambar enggak berhubungan banget tapi damai tenteram tiap ngeliat dia, Liamm oh Liamm..

Ciyuss to November 2013

Taraaaa.. ini bulan yang gw tunggu-tunggu kehadirannya! Yeah.. why? (Olaf Olaf Olaf) Simpel sih, karena gw ulang tahun dibulan ini dan gw yakin pasti banyak brojol kebahagian. Benarlah, nilai skripsi akhirnya keluar.. Jrengg Jrenggg.. hasil sesuai sama nama gw! Yeah hooray!!

Lupa gw, gladi resik itu setelah atau sebelum gw ulang tahun ya? Kebahagian gw brojol lagi, bahwa gw terpilih mewakili fakultas untuk janji sumpah wisuda. Alhamdulillah, terima kasih dan puji syukur kehadiratmu ya Allah”

Dan dengan berat hati, gw bakal ngebahas hari ulang tahun gw. Ancer-ancer liat hari, jatuh pada hari Sabtu, matiiik dah gw, matiiik.. Gw berdoa supaya gw enggak jaga sekdos hari itu, biasanya doa jelek gw selalu terkabul tapi sayang doanya enggak terkabul. Bukannya gw anti sama itu hari, tapi gw menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang merusak momen kebahagiaan yang terjadi cuma setahun sekali. Persiapan gw pada hari jaga Sabtu cuma satu, gw sembunyiin TTL gw di facebook, secara ada dosen yang temenan sama gw dan dia ngajar pada hari itu tapi selebihnya gw hanya enggak ingin ada yang ngenganggu hari istimewa.
Pagi Sabtu! Hal yang pertama ingin gw bicarakan adalah meminta janji Pak Dosen yang minggu lalu menjanjikan roti cokelat PHD. Bapaknya inget, tapi dia ingin memundurkan pemberian roti cokelat, “Sabtu depan ya Gun”. Dan muka cembetut gw muncul, “Bapak kan udah janji”.

Baiklah, enggak ada masalah menuju siang, sampai ada dosen yang minta dua absen sekaligus dan dengan entengnya gw kasih keduanya. Salah gw juga sih, secara minggu lalu terjadi hal yang sama. Baiklah, partner gw bilang, “jangan dikasih keduanya, tar dia begitu lagi, bilangin gih”. Baiklah, gw beri tahu untuk enggak majuin, gw salah juga sih, seharusnya tegur orang itu jangan dihadapan orang lain. Dan dia bilang enggak majuin, tapi raut mukanya kok enggak meyakinkan yah..

image

Baiklah lanjut makan siang (ngiler kan? Sayangnya lunchy nya bukan itu Y.Y), si domil (dosen hamil) minta beliin teh poci, keluarlah gw. Keraguan gw menjadi melihat kelas Pak Dosen tanpa dosen, aneh yah nyebutnya. Disitu gw berdoa dalam hati, jangan hari ini Pak, jangan rusak hari ini, plis.. plis..

Jreng.. jreng.. Baiklah, berkat intip mengintip, si Pak Dosen ternyata majuin lagi seperti minggu lalu. Dan disitu, sesaat gw bingung mau ngapain. Si partner nanya lagi, “udah lo bilang kan Gun?”, enggak sekali, berkali-kali nanya. Untungnya dihadapan orang lain pas gw kasih tau, jadinya gw tak perlu diragukan lagi. Baiklah, si partner nyuruh gw untuk tegor dan gw tegor baik-baik (kalau teguran gw lemah lembut, baik-baik, tandanya itu gw udah sebel mampus dan pingin tebalikin orangnya. berhubung dia dosen, hormatin Gun! hormatin!).

Lanjut, si Pak Dosen info memajukan karena nanti kuis bahkan dirinya belum kasih Absen. Baiklah, setelah mendapat teguran, semua dosen masuk sesuai jadwal kelasnya masing-masing. Gw lemes, lemes mikirin roti cokelat PHD yang diundurin minggu depan. Si Pak Dosen lain, negur, “kok lemes banget Anggun hari ini?”. Dengan gaya ngambek cembetut gw, “lemes, abis roti cokelat diundurin sabtu depan, kan saya enggak jaga hari itu. Huuuh..”

Jreng.. jreng.. jrengg.. tiba-tiba ada seorang mahasiswi memasuki ruangan memberikan absen. Dan absen itu adalah Absen si Pak Dosen yang majuin. Lalu gw lihat absensinya sudah terisi tanda tangan mahasiswa mahasiswi. Owoowwwow

Keceh abis ini Pak Dosen, boongin gw untuk kedua kalinya dalam jangka waktu yang sangat berdekatan. Gw hanya bisa diam seribu kata. Mulai deh segala opini-opini negatif muncul dipikiran gw:
a. Apa tadi gw ngomong sama tembok atau Pak Dosen lagi dengerin tembok ngomong?
b. Gw bodoh amet kali yaa..? Sampe bisa diboongin dua kali berturut-turut.
c. Hei Pak Dosen, saya tau bapak pinter, tapi hargainlah, sedikit aja..
d. Bapak enggak suka sama saya? Kalau enggak suka bilang aja, biar saya enggak jaga pas bapak ngajar
e. Saya kira bapak hanya menghargai orang yang bapak kenal, berarti emang bapak enggan bahkan enggak kenal sama saya
f. Gw teramat amat enggak suka dibohongin (terkecuali orangnya jujur, sebelum gw mengetahui kebenaranya)
g. Salah apa saya sama Bapak? Karena sampai sekarang, saya enggak pernah bilang makasih udah dibeliin minuman sama bapak.
h. Jangan hari ini Pak, jangan rusak hari ini, saya mohon sama bapak T.T
i. Kok tega ya, hari istimewa gw dirusak gitu aja
j. Kangen guling, pingin uyel-uyelan, mau nangis rasanya Y.*

Lalu meledak menjadi:
Kenapa sih? Bapak enggak suka ngeliat muka saya?! Saya juga enggak suka ngeliat muka Bapak?! Saya tau Bapak pinter! Tapi saya juga enggak bodoh-bodoh amet! Pokoknya Bapaknya jelek jelekkk!”

Mana itu dosen on-time melulu ngomong di ruangan, mau tau enggak gw bilang ke partner,
“Udah selesai kan dia? Pulang aja sih, menganggu pemandangan gw aja!”

Namun tersembuhkan dengan cepat, si Pak Dosen lain yang ngundurin roti cokelat, enggak jadi ngundurin.. hihii.. muka ngambek cembetut gw emang selalu bisa meluluhkan hati siapapun. Baiklah, hari ini ditutup dengan penutupan yang sangat menyenangkan.

Masih membahas bulan yang sama, karena revisian gw uda selesai, gw mulai coba melamar pekerjaan. Keduanya info dari temen, ikutan cobalahh.. Ngomong-ngomong gw baru sadar, keduanya itu perusahaan mobil dimana gw dulu anti banget banget sama perusahaan macam begini. Yah, doa jelek gw terkabul bahwa gw sekarang bekerja di perusahaan mobil.

image

Secara gw tau suka duka rekrutmen, kalau dipanggil bisa datang yah kenapa tidak? Namanya rezeki enggak bisa ditebak. Perjuangan juga gw, secara gw nyasar-nyasar dulu.
Jreng.. jreng.. kebahagiaan brojol lagi, GW DITERIMA !!!

Jauh sih Menteng dari rumah, tapi gimana ya? Secara gw baru lulus, masih harus bolak balik kampus urus ijazah & wisuda), tetep ada yang mau terima bekerja sama dengan gw, itu rasanya.. OHWOWWW

Mungkin ini hadiah dari Yang Maha Kuasa, bersabar menghadapi Pak Dosen, Alhamdulillahh…

SO MUCH LOVE EVERY NOVEMBER ” C U December 8, 2013 “
To be continued

Amalisis Jurnal Sistem Pakar

Jurnal SISTEM PAKAR ANALISA KEPRIBADIAN MANUSIA BERDASARKAN TEORI JUNG DAN MYERS-BRIGGS TYPES INDICATOR

Sistem pakar adalah suatu sistem yang dirancang untuk dapat menirukan keahlian seorang pakar atau ahli dalam menjawab pertanyaan dan memecahkan suatu masalah. Pemecahan masalah diberikan pada pemakai melalui dialog. Sistem pakar membantu seseorang yang bukan pakar/ahli dalam menjawab pertanyaan, menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang biasanya dilakukan oleh seorang pakar.

Mengamati perilaku manusia sangat membantu dalam pengenalan diri. Salah satu cara yang membantu dalam pengenalan diri adalah dengan psikotes yang dapat menganalisa kepribadian dan dapat membantu dalam mengetahui kepribadian seseorang. The Instant Insight Inventory adalah sebuah instrumen tes kepribadian yang dirancang oleh Mamchur (1984) untuk pengambilan tes secara cepat yang terdiri dari beberapa pernyataan/pertanyaan. Dikenal juga sebagai rumusan praktis tes Myers – Briggs, karena setiap pertanyaan bersumber pada Myers Briggs Type Indicator. MBTI adalah rancangan Isabel Myres dan Katheryn Briggs, yang menggolongkan kepribadian manusia ke dalam 16 tipe kepribadian bisa dijadikan sebagai indikator dalam menganalisa kepribadian manusia.

Dalam merepresentasikan pengetahuan akan digunakan metode kaidah produksi karena metode ini lebih praktis untuk penyelesaian masalah yang muncul dalam pembuatan sistem pakar. Kaidah produksi yang digunakan adalah kaidah IF – THEN dengan bentuk premis – konklusi.

Contoh rule ketika pemakai menjawab Ya dari pertanyaan pertama

Sistem pakar ini dirancang dengan menggunakan Depth-first Search karena sesuai dengan jenis pertanyaan yang dipakai yaitu pertanyaan yang cukup dijawab ya atau tidak. Hasil perancangan akan dibuat dengan menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi 4.0. Borland Delphi adalah bahasa pemrograman yang berkerja dalam lingkup Microsoft Windows dan dapat memanfaatkan kemampuan Microsoft Windows secara optimal.

Aplikasi sistem pakar mengenai analisa kepribadian manusia dengan bahan rujukan Teori Jung ini dapat user friendly untuk mengenal lebih jauh kepribadiannya sendiri dalam upaya proses pencarian jadi diri dan juga dapat memahami kepribadian sesamanya. Meskipun proses tersebut bukan proses yang mudah dan cepat, tapi membutuhkan waktu dan perjuangan untuk mencapainya sehingga akhirnya mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sekarang di masa yang akan datang.

Sumber:

Suwandy, S. A., Putra, Y. H., & Novianingsih A. (2004). Sistem pakar: Analisa kepribadian manusia berdasarkan teori Jung. Jurnal seminar skripsi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia. Bandung. 1, 1-4.

Layanan Tes Psikologi Online

Perkembangan zaman akan teknologi internet semakin memudahkan pengguna fasilitas untuk melakukan sesuatu. Bagi para pencari tenaga kerja tidak perlu repot-repot melakukan pertemuan fisik dengan konsultan yang akan melakukan kerjasama untuk mencari kandidat atau sumber daya manusia yang diinginkan kriteria. Keduanya sama-sama diuntungkan dengan menghemat energy, waktu dan biaya. Bahkan mereka tidak perlu repot untuk mengatur jadwal. Sekarang bergamnya fasilitas internet juga memungkinkan melakukan tes psikologi secara online yang terjamin kerahasiaanya. Hanya dengan membuka alamat  http://www.psikotes.co.id/web/ yang menyediakan pelayanan tes Psikologi secara online.

  1. Langkah pertama, bagi pencari tenaga kerja di perusahaan yang diwakili oleh psikolog perusahaan melakukan pengisian di formulir pendaftaran yang disediakan, lalu kirim.
  2. Kode aktivasi diperuntukkan untuk para kandidat yang pemesanannya dilakukan oleh perusahaan di formulir pemesanan kode aktivasi dengan jumlah berapa banyak kandidat yang akan melakukan tes.
  3. Setelah data diproses, perusahaan akan diwajibkan membayar biaya sesuai dengan tes psikologi yang akan diberikan kepada kandidat.
  4. Kandidat melakukan tes secara online di http://www.psikotes.co.id/
  5. Jika sudah selesai, maka hasil tes akan tersimpan secara otomatis di server http://www.psikotes.co.id/ dan perusahaan dengan ID dapat mendownload hasil tes yang sudah berbentuk laporan hasil psikotes.
  6. Laporan akan tersimpan di dalam server selama 1 minngu, namun bila dalam 1 minggu belum diunduh maka untuk mendapatkan laporan harus menghubungi pihak admin

Daftar tes yang tersedia yaitu Tes Belbin, Tes DISC, Tes EPPS, Tes MMPI, Tes MMPI-2, Tes MMPI Remaja, Tes MSDT, Tes Occupational Personality dan Tes Papi.

Untuk menambah kepercayaan website ini menyediakan link tes coba gratis tanpa log-in/kode aktivasi dan format laporan tes.

Sumber atau keterangan lebih lanjut:

http://www.tespsikologi.com/?id=a11no4

Analisa Sites: Jobloker VS Lokerindonesia

Wah.. tidak terasa sudah berada disemester akhir dan mudah-mudahan saya bisa lulus 4 tahun (Aminnn.. kok jadi curhat?). Pada segmen ini, saya akan membuat analisa situs lowongan pekerjaan dimana situs ini dibuat dengan satu tujuan yang sama yaitu sebagai media informasi yang memudahkan calon pengguna/pekerja untuk mencari, mengakses, dan mendapatkan informasi pekerjaan sesuai dengan kehaliannya dibidang masing-masing. Bukan hanya bagi calon pekerja tapi juga pada perusahaan yang mencari pekerja yang disesuaikan dengan kriteria yang diinginkan. Cekidot..

Bahasa

Jobloker = Bahasa bilingual alias (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia)

Loker Indonesia= bahasa yang digunakan hanya Bahasa Indonesia

Tampilan

Warna

Jobloker = Warna oranye, biru, dan hijau cerah pada situs ini sangat baik jadi tak hanya monoton warna putih sama dengan latar. Warna pun juga berbeda dengan warna tulisan atau iklan sehingga membuat site ini indah dan menarik untuk dilihat bagi pengunjung yang ingin berlama-lama pada site ini.

Loker Indonesia = Warna tulisan didominasi dengan biru dan hitam. Warna latar pun hanya putih mengarah kebiru-biruan

Susunan menu & berita

Jobloker = memiliki posisi dan jarak yang teratur satu sama lain. Posisi menu yang di atas dan disamping terlihat simple sehingga memudahkan pengunjung untuk membaca. Saat menuju posisi menu lainnya, terlihat jarak dan penempatan yang pas, tidak terlalu jauh atau terlalu dekat.

Loker Indonesia = pada menu diatas terdapat jarak yang baik, namun saat menuju posisi lainnya terkesan terlalu padat sehingga pengunjung agak sulit atau menimbulkan keengganan untuk membaca.

Job Alert: Pencari kerja & orang yang dicari

Jobloker = Pencari dapat mengiklankan diri sehingga dapat langsung dilihat oleh perusahaan dan perusahaan tetap bisa mengiklankan pekerjaan.

Loker Indonesia –>  Pencari ≠ memiliki layanan mengiklankan diri (hanya perusahaan yang bisa memasang iklan)

Secara keseluruhan kedua website ini sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan, namun saya lebih menyukai jobloker karena disana saya bisa mengiklankan diri saya tanpa secara pasif yang hanya mendapatkan berita lowongan pekerjaan lewat e-mail.

NB: Ini hanya pendapat pribadi jadi saya minta maaf jika menyinggung beberapa pihak. Terima kasih ^___^

Cekidot langsung sites:

http://www.lokerindonesia.com/ dan http://www.jobloker.co.id/

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.