Terapi Sindrom Asperger

Banyak pendekatan – pendekatan dan terapi – terapi yang dapat digunakan untuk menangani permasalahan anak yang menderita sindroma asperger, antara lain:

  1. 1. Ketrampilan sosial dan komunikasi

Penderita Asperger mempunyai kecenderungan menggantungkan diri pada aturan yang kaku dan rutinitas. Keadaan ini dapat digunakan untuk mengembangkan kebiasaan yang positif dan meningkatkan kualitas hidup. Strategi menyelesaikan masalah diajarkan untuk menangani keadaan yang sering terjadi, situasi sulit seperti terlibat dengan hal baru, kebutuhan sosial dan frustrasi. Dibutuhkan latihan untuk mengenal situasi sulit dan memilih strategi yang pernah dipelajari untuk situasi seperti itu. Dan ada strateginya adalah sebagai berikut:

Behavioral Modification. Program Behavioral Modification dilakukan untuk melatih anak agar bersikap lebih layak dan dapat diterima secara sosial. Dalam program ini yang diintervensi adalah rutinitas harian, pengendalian tempe tantrum, komunikasi, aspek emosi.

Terapi komunikasi, Ketrampilan sosial dan komunikasi sebaiknya diajarkan oleh ahli komunikasi untuk berbicara pragmatis. Keadaan ini dapat dilakukan dalam terapi dua orang atau terapi kelompok kecil. Terapi komunikasi meliputi: perilaku nonverbal yang sesuai (cara memandang untuk interaksi sosial, memonitor dan mencontoh perubahan suara), membaca kode verbal dari perilaku nonverbal orang lain social awareness, perspective talking skill, interpretasi yang benar untuk komunikasi yang berarti ganda.

Kelompok self support. Kelompok self support dapat membantu penderita Asperger. Pengalaman kecil pada kelompok self – support memberi kesan bahwa individu dengan gangguan Asperger menikmati kesempatan tertentu dengan orang lain. Ia dapat mengembangkan hubungan di sekitar aktivitasnya dengan orang lain untuk membagi perhatian. Perhatian khusus dibuat untuk menciptakan kesempatan sosial melalui kelompok minat. Mereka membutuhkan kasih sayang, kelembutan hati, kepedulian, kesabaran dan pengertian. Jika mereka mendapatkannya, sedikitnya dapat lebih terlibat dalam masyarakat

  1. 2. Orang tua

Orang tua berperan sangat besar dalam penatalaksanaan gangguan Asperger. Beberapa strategi yang menolong dapat orangtua untuk menghadapi anaknya yang menderita gangguan ini, yaitu:

  1. Buatlah pembicaraan yang sederhana sesuai dengan tingkat pengertian mereka
  2. Buatlah instruksi yang sederhana untuk pekerjaan yang rumit dengan menggunakan daftar atau gambar.
  3. Mencoba mengkonfirmasi apakah mereka mengerti apa yang dibicarakan atau ditanyakan. Jangan membuat pertanyaan yang cukup dijawab Yes/No.
  4. Jelaskan bahwa mereka harus menatap saat berbicara dengan orang lain, beri semangat, pujian untuk prestasi, khususnya pada saat mereka menggunakan ketrampilan sosial tanpa disuruh.
  5. Untuk anak kecil yang tampaknya tidak mau mendengar, berbicara dengan dinyanyikan akan lebih bermanfaat.
  6. Berilah pilihan yang dibatasi dua atau tiga pilihan.

  1. 3. Pendidikan

Sangat bermanfaat jika anak dimasukkan ke sekolah yang memahami kesulitan anak dan orangtuanya. Guru harus menyadari bahwa muridnya mempunyai gangguan perkembangan dan berbeda dari murid lain. Ketrampilan, konsep, prosedur yang teratur, strategi kognitif dan norma- norma perilaku dapat diajarkan dengan efektif. Beberapa prinsip umum sekolah agar dapat diaplikasikan pada anak dengan gangguan Asperger :

  • Rutinitas kelas harus konsisten, terstruktur, dan sebisa mungkin dapat diramalkan. Mereka harus dipersiapkan terlebih dahulu. Termasuk jadwal istirahat, hari libur dan sebagainya.
  • Aturan diterapkan dengan seksama. Beberapa anak kaku dengan aturan. Pedoman dan aturan diterangkan dengan jelas, akan lebih menolong jika melalui tulisan.
  • Guru mengambil kesempatan pada bidang yang menjadi perhatian anak saat mengajar. Anak akan belajar dengan baik dan memperlihatkan motivasi dan perhatian yang besar bila sesuai dengan yang dijadwalkan.
  • Banyak anak gangguan Asperger berespon baik secara visual dengan alat seperti : jadwal, chart, list, gambar, dsb.
  • Secara umum mengajar dengan konkrit. Hindari gaya bahasa yang sulit dimengerti seperti sarkasme, idiom dan sebagainya.
  • Pastikan bahwa staf lain seperti guru olahraga, sopir bus, petugas perpustakaan dan kafetaria mengetahui keadaan anak.

  1. 4. Pekerjaan

Dalam pekerjaan, manfaatkan kemampuan mereka untuk dapat mandiri. Kemandirian dalam berbagai bidang menjadi prioritas. Penderita gangguan Asperger dilatih dan ditempatkan pada pekerjaan yang mendapat dukungan dan perlindungan dengan demikian mereka tidak akan mengalami gangguan psikologik. Sebaiknya pekerjaan mereka tidak melibatkan tuntutan sosial yang intensif, tekanan waktu atau membutuhkan perubahan cepat. Jangan ditempatkan pada situasi baru yang membutuhkan pemecahan masalah

  1. 5. Terapi lain

Diberikan psikoterapi dan terapi okupasi. Psikoterapi suportif dapat menolong penderita agar dapat beradaptasi dengan perasaan sedih, frustrasi dan anxietas. Keadaan yang langsung terfokus pada pemecahan masalah lebih berguna daripada pendekatan berorientasi (nsight).

Terapi okupasi sangat dibutuhkan, diberikan oleh seorang terapis yang berpengalaman, untuk melatih koordinasi gerakan.

  1. 6. Nutrisi

Nutrisi dapat menolong anak dengan gangguan Asperger. Makanan bebas gluten dan kasein sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan pada hipotesis opioid pada autisme. Mega dosis vitamin dan mineral dianjurkan pada penatalaksanaan ganggu-an spektrum autisme. Diet bebas fenol dan salisilat, gula, zat aditif, jamur/fermentasi dianjurkan dengan menggunakan rotasi diet

  1. 7. Integrasi sensorik

Integrasi sensorik dilakukan pada anak gangguan spektrum autisme dengan tujuan untuk memperbaiki sistem registrasi dan modulasi dari berbagai input sensorik, memfasilitasi fungsi regulasi, memfasilitasi proses dari berbagai input sensorik, dan membantu perkembangan praksis dan ketrampilan untuk memecahkan masalah

Sumber:

www.scribd.com. dr. Warih Andan Puspitosari, Sp.KJ. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

About these ads

6 responses to this post.

  1. Posted by Carolina on 9 Juni 2010 at 11:56 am

    WAHH informasi yg update. makasih ya.. anakku 9th juga asperger. Krn terapi itu mahal sampai sekarang belum melakukannya di terapis tapi coba mempraktekan sedikit2 di rumah. Apakah ada klub (para orang tua) asperger saat ini? krn yang banyak klub2 autis.pengin berbagi pengalaman dan curhat. thanks..

    Balas

    • Posted by a11no4 on 9 Juni 2010 at 11:27 pm

      iy mbak sma2 ..
      hemmm .. iy ya, sy jg blum prnah denger klub asperger,
      mungkin sy tnya ma teman-teman sy untuk mncari tahu.
      iy berbagi itu memang hal yang menyenangkan, makasih y mbak”

      Balas

  2. Posted by titi erna wati on 31 Januari 2011 at 2:44 am

    putra saya 12th asperger syndrom belum pernah diterapi.skrng kls 6 sd.dimana saya bisa ketemu dr warih,saya tinggal dijogja.mksh

    Balas

  3. Posted by elva on 5 Juni 2012 at 4:52 am

    anak saya juga gejalanya SA, masih terus diterapi sampai sekarang, bisa nggak kasih contoh jenis makanan apa saja yang baik untuk dikonsumsi dan makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi, katanya coklat dan makanan yang mengandung gandum tidak boleh dikonsumsi anak SA apa benar

    Balas

    • Posted by a11no4 on 18 Juli 2012 at 3:17 pm

      maaf mba elva, balasan dr sy lama. Utk lebih jelasnya sy cb cari tahu dr dosen atau penelitiannya terlebih dahulu.. Maaf baru sy baca”

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: